Makalah Tentang Administrasi Fisipol
DOWLOAD VERSI MD. WORD
|
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan Bismilla marilah kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan hidayahnya masih diberikan nikmat dan kesehatan kepada kita semua, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah mata kuliah Ilmu Administrasi Negara tentang ADMINISTRASI
Pada kesempatan kali ini penyusun mengucapkan terima kasih kepada :
1. Dosen Mata Kuliah Ilmu Administrasi Negara
2. Seluruh Mahasiswa Dari Berbagai Fakultas
Penyusun menyadari masih terdapat kekeliruan dalam penyusunan dan penulisan tugas ini semata-mata datangnya dari diri pribadi yang takluput rasa khilaf dan kesempurnaan. Mudah-mudahan makalah Ilmu Administrasi Negara tentang Administrasi dapat bermanfaat bagi kita semua
Tobadak, 13 Desember 2019
Penyusun
|
|
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................... 1
a.
Latar
Belakang Masalah........................................................................ 1
b.
Rumusan
Masalah................................................................................. 2
c.
Tujuan Dan
Manfaat............................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN............................................................................ ........ 3
a. Pengertian Administrasi........................................................................ 3
b. Unsur-Unsur Administrasi...................................................................... 8
c. Fungsi Administrasi............................................................................. 18
BAB III KESIMPULAN.................................................................................... 19
a. Kesimpulan......................................................................................... 19
DAFTAR PUSTAKA
|
|
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Ilmu Administrasi adalah suatu ilmu pengetahuan yang masih muda
usianya dibanding dengan ilmu lainnya. Nanti pada akhir abad ke-19, ilmu ini
muncul ditengah-tengah ilmu pengetahuan lainnya yang telah ada. Meskipun pengetahuan
ilmu Administrasi ini baru saja berkembang, namun jauh sebelumnya sudah ada
persoalan Administrasi, yakni semenjak manusia hidup disamping manusia lainnya.
Seperti diketahui bahwa selama hidup seseorang lebih
banyak berada dalam saling pengaruhnya dengan orang lain daripada hidup
menyendiri. Pada dasarnya orang tidak mampu hidup sendiri. Hampir sebagian
besar kebutuhannya hanya dapat terpenuhi apabila yang bersangkutan berhubungan
dengan orang lain. Hal ini terutama sekali disebabkan karena orang menghadapi
pembatasan-pembatasan dalam usaha mencapai kebutuhannya(Sutarto, 1979).
Mengenai pembatasan-pembatasan yang dihadapi orang dalam usaha
memenuhi kebutuhannya, Chester L. Barnard mengemukakan sebagai berikut :
Pembatasan-pembatasan pencapaian Tujuan adalah akibat 2 macam
faktor, yaitu :
1.
Pembawaan biologis
atau kemampuan seseorang.
2.
Faktor-faktor fisik
lingkungan.
Sebagai contoh, ambillah kasus sederhana tentang sebuah batu
yang terlalu besar untuk dipindahkan oleh seseorang. Ini dapat dinyatakan sebagai
“batu terlalu besar bagi orang “ atau “ Orang terlalu kecil dibanding dengan
batu “.
Dalam pernyataan pertama kami mengatakan bahwa pembatasan
terletak pada fisik lingkungan dari orang, dalam pernyataan kedua kami
menyatakan bahwa pembatasan terletak pada kekuatan biologis orang, tetapi jelas
pembatasan ada dalam keseluruhan situasi (Sutarto,1979). Menurut Sutarto,
keterbatasan seperti itu dapat dihilangkan apabila yang memindahkan batu lebih
dari seseorang.
Demikian pula halnya kebutuhan seseorang yang besar dan berat,
untuk dapat memenuhinya maka timbul keharusan pada orang itu bekerjasama dengan
orang lain. Dengan demikian terjadilah usaha kerja sama.
Dari segenap proses penyelenggaraan usaha kerja sama manusia
untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya atau tujuannya, telah umum dikenal dalam
dunia ilmu pengetahuan dengan suatu istilah “Administrasi“.
Sudah pasti bahwa usaha kerja sama manusia seperti yang telah dikemukakan diatas telah ada sejak zaman dahulu kala misalnya, kerja sama manusia membangun Taman tergantung di Babilonia, Piramid di Mesir, Tembok Raksasa di Cina, Candi Borobudur di Indonesia dan lain-lain.
Jadi Administrasi itu telah ada sejak adanya sekelompok manusia
di bumi ini yang bekerja bersama-sama karena dorongan oleh faktor keinginan maupun
faktor keharusan untuk memenuhi kebutuhan atau tujuan-tujuannya.
Administrasi sebagai suatu ilmu, meskipun masih muda usianya,
namun karena bersifat “aplied science” atau ilmu yang bersifat terapan dalam
kehidupan sehari-hari, maka memungkinkan ilmu ini berkembang dengan cepat
seirama dengan kemajuan zaman, kebudayaan dan teknologi. Tetapi, sekalipun ilmu
Administrasi bersifat terapan yang dapat mempermudah kehidupan manusia, belum
tentu dengan sendirinya dapat memenuhi harapan masyarakat bila mana ilmu ini
tidak aktif dikembangkan dan di bina sepanjang masa sesuai tuntutan masyarakat.
B. Rumusan Masalah
1. Pengertian Administrasi?
2. Proses/fungsi
Administrasi?
C. Tujuan Dan Manfaat
1. Untuk
mengetahui Tentang Administrasi
2. Untuk
mengetahui proses/fumgsi Administrasi
|
|
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
ADMINISTRASI
Ilmu Administrasi lahir karena dibutuhkan oleh masyarakat, dan
lahirnya ilmu ini tidak dengan sendirinya tetapi melalui perjuangan yang cukup
lama oleh para pencintanya. Selanjutnya agar ilmu ini dapat berkembang
sepanjang masa dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, maka ilmu ini memerlukan
pembinaan dan pengembangan. Sudah pasti bahwa orang-orang yang menjadi pembina
dan pengembang ilmu administrasi ini adalah orang-orang yang telah
menspesialisasikan dirinya dalam bidang ilmu administrasi, berikut orang-orang
yang membutuhkannya atau masyarakat pada umumnya.
Memang masih ada berbagai masalah yang dihadapi dalam mengembangkan
dan membina ilmu administrasi ini, terutama di Indonesia, dimana ilmu
administrasi belum lama dikenal baik pada perguruan tinggi maupun pada
lembaga-lembaga pendidikan rendah, begitu pula dikalangan masyarakat umum.
Adapun masalah-masalah yang dihadapi dalam usaha pembinaan
administrasi yang perlu mendapat pemecahan antara lain :
1. Masih dijumpainya beraneka ragam arti administrasi dalam
literatur, begitu pula penggunaannya dalam percakapan sehari-hari.
2. Persamaan istilah dan persesuaian paham tentang isi yang
terkandung dalam suatu istilah masih menjadi persoalan pula. Misalnya istilah
“Administration” dan “Management” masih sering dikacaukan oleh sebagian penulis
Amerika, kedua istilah ini disamakan artinya.
3. Adanya keanekaragaman istilah terjemahan untuk sesuatu istilah
asing misalnya istilah “Management” di Indonesia menjadi :
a.
Kepemimpinan oleh
Lembaga Administrasi Negara.
b.
Ketatalaksanaan oleh
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
c.
Manejemen oleh Balai
Pembinaan Administrasi Universitas Gajah Mada.
d.
Pembinaan oleh
Departemen Hankam
e.
Kedudukan Ilmu
Administrasi sebagai suatu ilmu yang berdiri sendiri dan tempatnya dalam ilmu
pengetahuan serta cabang-cabang.
Disamping
masalah-masalah tersebut diatas, maka salah satu faktor yang belum memungkinkan
kelancaran perkembangan ilmu administrasi di tanah air kita ini, ialah masih
kurangnya ahli dalam bidang ilmu ini yang sungguh-sungguh bersedia menjadi
pengembang dan pembina ilmu ini. Dewasa ini semakin terasa pentingnya peranan
administrasi dalam usaha-usaha kerja sama manusia termasuk dalam usaha
melancarkan pembangunan nasional.
Berbagai pengalaman dalam usaha-usaha pembangunan yang telah
dilaksanakan dan tidak ditunjang dengan kemampuan administrasi yang baik, telah
mengalami kegagalan-kegagalan dan kemacetan-kemacetan. Tidak terdapatnya kaitan
antara perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, disebabkan oleh lemahnya
kemampuan administrasi yang dimiliki.
Pada dasarnya manusia dalam berusaha mencapai sesuatu tujuan
selalu menghendaki hasil yang lebih besar, dengan pengorbanan yang lebih kecil
atau murah. Hal yang demikian hanya bisa dicapai apabila manusai di dalam
usahanya itu menerapkan asas efisiensi. Dengan kata lain ia harus
mengadministrasi usahanya sebaik-baiknya agar usahanya itu memberikan hasil
yang maksimal.
Betapa pentingnya administrasi dalam usaha kerja sama manusia
ini, dapat dilihat dari beberapa pendapat dari para ahli di bawah ini :
1. Charles A. Beard berkatakan bahwa “ tidak ada satu hal untuk
abad modern sekarang ini yang lebih penting dari Administrasi. Kelangsungan
hidup pemerintah yang berdab dan malahan kelangsungan hidup dari peradaban itu
sendiri akan sangat tergantung atas kemampuan kita untuk membina dan
mengembangkan suatu filsafat Administrasi yang mampu memecahkan masalah-masalah
masyarakat modern (Siagian,1977).
2. Prof. Dr.Mr. Prajudi Atmosudirdjo, dalam bukunya “Office
Management” mengatakan bahwa, “Tidak ada didunia ini orang yang mencapai sukses
besar jikalau dia hanya pandai bekerja sendirian, dia harus pandai bekerja sama
dengan orang lain. Dengan kata lain dia harus pandai organisasi, management,
dan tata usaha” ( Dinyatakan beliau bahwa organisasi, management, dan juga tata
usaha adalah kandungan daripada Administrasi ). (Atmosudirdjo,1975).
3. Dr.S.P. Siagian MPA. (1977) dalam bukunya “Filsafat
Administrasi“ mengatakan pula bahwa “ Memang sesungguhnya abad sekarang ini
adalah abad administrasi. Abad Administrasi karena keputusan dibidang politik,
ekonomi, kebudayaan, militer dan lain-lain hanya akan ada artinya apabila keputusan
tersebut terlaksana dengan efisien dan ekonomis”.
Apabila dianalisis pendapat ahli-ahli tersebut diatas, maka
dapat ditarik kesimpulan bahwa usaha kerja sama apapun yang dilakukan oleh
manusia mulai dari yang paling sederhana sampai pada usaha-usaha yang paling
besar dan kompleks, baik usaha itu dilakukan oleh swasta maupun yang dilakukan
oleh negara atau pemerintah seperti usaha-usaha dibidang pembangunan nasional,
hanya dapat berhasil dengan sukses apabila ditunjang oleh kemampuan
administrasi yang baik.
1. Administrasi Secara
Etimologis
Secara etimologis
perkataan Indonesia “Administrasi” yang bahasa Inggrisnya “Administration”,
berasal dari kata Latin, yaitu : “Ad + ministrare” dan “Administratio”. Ad +
ministrate berarti melayani, membantu atau memenuhi (The Liang Gie, 1965).
Sedangkan Administratio berarti pemberian bantuan, pelaksanaan, pimpinan, dan
pemerintahan. (Atmosudirdjo, 1986) Jadi, Administrasi pada
hakekatnya adalah usaha untuk menolong, usaha untuk membantu, usaha untuk
memimpin atau mengarahkan semua kegiatan dalam pencapaian tujuan yang telah
ditentukan.
2. Administrasi dalam Arti
Sempit
Perlu dipahami bahwa
istilah Administrasi di Indonesia masih sering dipakai dalam arti “Tata Usaha”.
Pengertian yang demikian ini merupakan warisan dari zaman penjajahan Belanda.
Pada zaman penjajahan Belanda dahulu, istilah Belanda “Administratie” disalin
kedalam Bahasa Indonesia menjadi “Administratie”.
Administrasi dalam
Bahasa Belanda ini pada umumnya diartikan sebagai “Elke steiselmatige ordening
en schriftelijke vastlegging van gegevens, samengesteld met het doel een
overzicht van deze gegevens te verkrijgen in hun geheel en hun onderling
verband “. (Setiap penyusunan keterangan-keterangan secara sistematis dan
pencatatannya secara tertulis dengan maksud untuk memperoleh suatu ikhtisar
mengenai keterangan-keterangan itu dalam keseluruhannya dan dalam hubungannya
satu sama lain) (The Liang Gie,1972). Sebenarnya pengertian administratie yang
demikian baru merupakan salah satu aspek cakupan istilah administratie. Karena
masih ada dua aspek lainnya yang merupakan cakupannya, yakni: “bestuur” atau
manajemen dari kegiatan-kegiatan organisasi, dan “beheer” atau manajemen dari
sumber-sumber daya seperti: finansial, personil, materiil, gudang, dan
sebagainya. Hanya saja yang lebih populer di kalangan bangsa Indonesia sebagai
pihak yang dijajah ialah pengertian administratie dari aspek tata usaha.
(Atmosudirdjo,1986).
Jadi, pengertian
Administratie yang dikenal luas di Indonesia ialah tata usaha. Oleh karena itu,
sampai sekarang di Indonesia istilah “Administrasi” masih sering diartikan
sebagai tata usaha atau pekerjaan tulis-menulis, catat-mencatat pelbagai
keterangan.
Pengertian
Administrasi sebagai kegiatan tulis menulis, catat-mencatat pelbagai keterangan
itu , dijelaskan oleh Harris Muda Nasution dalam bukunya “ Kursus Pengetahuan
Administrasi “, sebagai berikut :
“ Dalam arti yang
sempit bahkan pengertian sehari-hari, maka Administrasi artinya adalah tata
usaha. Tata usaha ialah suatu pekerjaan yang sifatnya mengatur segala sesuatu
pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis, surat-menyurat dan
mencatat / membukukan setiap perubahan atau kejadian yang terjadi di dalam
organisasi. (The Liang Gie,1972).
Arifin Abdulrachman
(1971) mengemukakan pula bahwa, Administrasi dalam arti tata usaha kegiatannya
meliputi penerimaan surat, penyimpanan surat, korespondensi, penduplikasian,
penctatan-pencatatan pada buku-buku atau kartothik, pokoknya segala macam
pekerjaan yang ada hubungannya dengan apa yang dinamakan pekerjaan kertas,
bahkan yang meliputi juga pekerjaan-pekerjaan penelponan dan penerimaan tamu.
Berdasarkan pendapat
kedua ahli tersebut diatas, maka dapatlah dimengerti bahwa pengertian
administrasi dalam arti sempit meliputi perbuatan tulis-menulis,
catat-mencatat, yang kesemuanya merupakan kegiatan penyediaan bahan keterangan
yang diperlukan dalam setiap organisasi. Kegiatan-kegiatan yang demikian itu
dalam bahasa Indonesia telah lazim dipergunakan istilah “ Tata Usaha “.
3. Administrasi dalam Arti
Luas
Dua istilah yang mirip tulisan dan bunyinya, namun berbeda makna
dan isinya, yaitu “Administratie” (Bld) dan “Administration” (Ing), sama-sama
disalin dalam satu istilah bahasa Indonesia yaitu “Administrasi”, maka istilah
yang kemudian ini mempunyai dua pengertian yaitu :
a.
Administrasi dalam
pengertian sama dengan pengertian administratie atau yang lebih dikenal dengan
kegiatan tatausaha, dan
b.
Administrasi dalam
pengertian sama dengan administration. Untuk pengertian yang pertama kiranya
telah jelas diuraikan di atas, sedangkan pengertian yang kedua inilah yang akan
di bahas pada bagian berikut.
Administration
mempunyai pengertian dan skop yang lebih luas dari pada administratie dilihat
dari aspek tatausaha saja. Jadi, pengertian administrasi yang dimaksudkan di
sini adalah pengertian yang lebih luas yang sekaligus mencakup tata usaha.
Dalam hubungan ini, akan dikemukakan beberapa definisi dari kalangan ahli
administrasi dan manajemen sebagai berikut :
1. Dwight Waldo (1971) mengemukakan bahwa : Administrasi adalah
suatu bentuk daya upaya manusia yang kooperatif yang mempunyai tingkat
rationaliteit yang tinggi.
2. William H. Newman (1963) berpendapat bahwa : Administrasi adalah
bimbingan, kepemimpinan dan pengawasan dari pada usaha dari sekelompok individu
menuju pencapaian Tujuan bersama.
3. Dr. S.P. Siagian MPA (1977) berpendapat bahwa : Administrasi
adalah keseluruhan proses kerja sama antara dua orang manusia atau lebih yang
didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai Tujuan yang telah
ditentukan sebelumnya.
4. Drs. The Liang Gie dan Drs. Sutarto (1977) mengemukakan pula
bahwa : Administrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap
pekerjaan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam kerja sama mencapai tujuan
tertentu.
Bila diteliti secara
cermat definisi-definisi tersebut diatas maka sesungguhnya Administrasi adalah
rangkaian kegiatan atau proses yang :
a.
Dilakukan oleh
sekelompok orang (dua orang atau lebih).
b.
Berlangsung dalam
suatu bentuk kerja sama.
c.
Dimaksudkan untuk
mencapai Tujuan tertentu yang telah ditetapkan.
Ketiga
faktor tersebut dapat disingkat menjadi sekelompok orang, kerja sam, tujuan
tertentu. Ketiga faktor inilah yang lazim dikenal sebagai unsur mutlak dari
pada Administrasi.
Administrasi merupakan rangkaian kegiatan (proses) yang
wujudnya: merencanakan, memutuskan, menyusun, mengatur, memimpin, mengurus,
mengarahkan, membimbing, menselaraskan, mengendalikan, mengawasi, meyempurnakan
dan kegiatan-kegiatan semacam itu. Untuk ringkasnya kegiatan-kegiatan semacam
itu tercakup dalam suatu istilah yaitu yang disebut ”menata” atau “penataan”.
Oleh karena itu kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam pengertian Administrasi
adalah rangkaian kegiatan penataan. (The Liang Gie & Sutanto,1977).
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa Administrasi
adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap usaha kerja sama manusia
untuk mencapai tujuan tertentu.
Sebagaimana diketahui bahwa tujuan yang hendak dicapai dan sifat
suatu kerja sama dapat bermacam-macam. Demikian juga jumlah dan susunan
orang-orang yang bekerja sama dapat berbeda-beda pula. Selanjutnya usaha itu
dapat pula berlangsung pada waktu dan tempat yang berlain-lainan. Tetapi pada
setiap kerja sama yang dilakukan oleh sekelompok orang pasti terdapat rangkaian
kegiatan penataan yang mengarahkan kepada pencapaian tujuan. Rangkaian kegiatan
penataan ini sebagai suatu kebulatan kini biasanya menjadi fungsi seseorang
atau beberapa orang pejabat. Atau dengan perkataan lain Administrasi sebagai
fungsi dijalankan oleh setiap orang yang berkedudukan sebagai pucuk pimpinan
suatu usaha kerja sama manusaia atau “Ketua Organisasi”. Yang dinamakan
“Administrator”. Jadi Administrator adalah kepala yang tertinggi di dalam
organisasi. Tetapi tidaklah berarti bahwa Administratorlah yang satu-satunya
berperan sebagai pelaksana fungsi Administrasi, melainkan dilaksanakan juga
oleh pejabat-pejabat yang berada dibawahnya berdasarkan pelimpahan dari
Administrator tadi.
Perlu diketahui bahwa Administrasi yang merupakan rangkaian
kegiatan penataan, merupakan pekerjaan penunjang pelaksanaan pekerjaan
substansuif. Kelompok pekerjaan yang dilakukan dengan rangkaian kegiatan
subtantif dinamakan “pekerjaan pokok” atau “pekerjaan induk” yaitu pekerjaan
yang langsung bertalian dengan tujuan yang hendak dicapai.
Untuk menegaskan perbedaan antara rangkaian kegiatan penataan
dan rangkaian kegiatan substansif, dapat diberikan contoh sebagai berikut :
Dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi yang dilakukan oleh suatu universitas yang bertujuan menghasilkan sarjana, maka yang termasuk rangkaian kegiatan pekerjaan subtantif, antara lain meliputi kegiatan seperti :
a. Mengajarkan suatu mata kuliah
b. Menguji mahasiswa
c. Melakukan penelitian
d. Melaukan pengabdian kepada masyarakat
e. Membuat skripsi
f.
Mengarang Buku
Sedangkan yang
termasuk rangkaian kegiatan penataan antara lain :
a. Membuat rencana kerja tahunan.
b. Membagi tugas antara pengajar.
c. Menyusun kalender akademis.
d. Menyusun jadwal perkuliahan.
e. Mengatur ujian.
f.
Mengatur/megurus
tersedianya alat peraga, ruang kuliah dan lain-lain.
g. Menghimpun dan menyampaikan informasi dari pimpinan universitas
kepada para pengajar.
h. Mengurus kenaikan pangkat para pengajar.
i.
Berusaha menemukan
cara kerja yang lebih baik.
Contoh lain ialah
proses produksi yang ditujukan untuk mengahasilkan suatu barang pabrik,
rangkaian perbuatan pekerjaan subtantif, misalnya :
a. Mencampurkan bahan-bahan yang diperlukan.
b. Menjalankan mesin pengolahnya.
c. Menambahkan warna yang diperlukan.
d. Memotong menjadi sesuatu bentuk dan ukuran sampai barang itu
benar-benar selesai.
Sedangkan proses
penataan miasalnya :
a. Perbuatan-perbuatan mengatur pemakain tenaga buruh.
b. Mengurus keuangan pabrik itu.
c. Mengadakan catatan-catatan mengenai hasil produksi.
d. Memperhatikan tanggapan-tanggapan masyarakat terhadap barang
yang dihasilkan. (The Liang Gie & Sutanto, 1977).
UNSUR-UNSUR ADMINISTRASI
1. Organisasi
Organisasi adalah perkumpulan atau wadah bagi
sekelompok orang untuk bekerjasama, terkendali dan terpimpin untuk tujuan
tertentu. Organisasi biasanya memanfaatkan suatu sumber daya tertentu misalnya
lingkungan, cara atau metode, material, mesin, uang, dan beberapa sumberdaya
lain dalam rangka mencapai tujuan organisasi tersebut. Orang orang yang
terkumpul dalam sebuah organisasi sepakat untuk mencapai tujuan tertentu
melalui sumber daya secara sistematis dan rasional yang terkendali dan adanya
pemimpin organisasi yang akan memimpin operasional organisasi dengan terencana.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi
sebagai berikut :
1.
Organisasi Menurut
Stoner
Organisasi adalah
suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan
manajer mengejar tujuan bersama.
2.
Organisasi Menurut
James D. Mooney
Organisasi adalah
bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
3. Organisasi Menurut
Chester I. Bernard
Organisasi merupakan
suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebi
Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit
kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian
kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang
berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur
organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran
perintah dan penyampaian laporan.
Struktur Organisasi sangat penting untuk dapat dipahami oleh
semua komponen dalam rangka menciptakan sistem kerja yang efektif dan efesien.
Struktur organisasi merupakan deskripsi bagaimana organisasi membagi pekerjaan
dan melaksanakan tugas atau pekerjaannya dalam rangka mencapai tujuan
organisasi. Struktur organisasi juga mengatur siapa yang melaksanakan tugas dan
pekerjaan itu. Selain membagi dan mengatur tugas dan pekerjaan yang diemban
oleh organisasi, struktur organisasi juga menggambarkan hubungan organisasi
secara internal maupun eksternal
Bentuk-bentuk
organisasi :
2.
Manajemen
Istilah manajemen
yang bahasa Inggrisnya “management”berasal dari beberapa bahasa seperti: (1)
Bahasa Latin,yakni “managiere” yang artinya melakukan, melaksanakan, mengurus
sesuatu (Tanthowi, 19830); (2) Bahasa Italia, “maneggiare”artinya melatih kuda
atau secara harfiah berarti mengendalikan = to handle (Silalahi, 1989); (3)
Bahasa Prancis, yaitu “manege” atau “manage” artinya tindakan membimbing,
memimpin, mengemudikan, mengurus, memerintah dan kata manage juga berarti
“tempat latihan kuda”, “penjinakan kuda” (Tanthowi, 1983, Atmosudirdjo, 1986) ;
(4) Bahasa Inggris sendiri istilah itu dikenal dengan “management” yang bentuk
infinitifnya adalah “to manage” yang berarti menangani, mengendalikan,
menguasai, mengurus, menyelesaikan sesuatu
(Atmosudirdjo, 1986).
Apabila
diperhatikan secara cermat kegiatan-kegiatan yang dikandung dari istilah asal
usul manajemen tersebut diatas, yakni : melakukan, melaksanakan, mengurus,
mengendalikan, membimbing, memimpin, mengemudikan, memerintah. melatih,
menguasai, dan menyelesaiakan, ternyata mempunyai kesamaan dengan
kegiatan-kegian yang dikandung oleh istilah “menata” atau “penataan”yang
merupakan kegiatan administrrasi. Jadi, memang wajar kalau ada pandangan dari
beberapa ahli yang menyamakan istilah administrasi dengan manajemen.
Definisi
Manajemen
Berikut ini dikemukakan beberfapa definisi manajemen menurut
para ahli dibidang ini.
Frederick Winslow
Taylor, sebagai bapak manajemen ilmiah memberi rumusan manajemen seperti ini:
“Management, the art of management, is defined as knowing axactly what you
whant to do and the seeing that they do it in the best and cheapest way (
Tanthowi. 1983).Artinya: Manajemen, seni dari manjemen diartikan sebagai
kepandaian yang sungguh-sungguh tentang apa yang dikehendaki dari menyuruh
orang mengerjakan sesuatu dan mengawasi mereka mengerjarkan sesuatu dengan
sebaik-baiknya dan dengan cara yang paling murah.
Menurut George R.
Terry dalam bukunya: The Principle of management, mengatakan: “Management is a
distinct procece consisting of planning, organizing,actuating, and controlling,
utiliting in each both science and art, and followed in order to accomplish
predetermined objectives”( Manajemen adalah suatu proses yang membeda-bedakan
atas: perencanaan, pengorganisasian, penggerakan pelaksanaan, dan pengawasan,
dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan Tujuan yang
telah ditetapkan sebelumnya) (Handaya ningrat, 1982).
Sheldon (dalam
Tanthowi, 1983) dalam bukunya “The Philosophy of Management” memberikan rumusan
manajemen seperti ini: “mangement proper is function in the indudusty conderned
in the execution of policy : within the limits set up by administration and the
employment of the organization for the particular objecks set before it”
(Manajemen adalah fungsi dalam industri yang berhubungan dengan kebijaksanaan
dalam batas-batas yang telah ditetapkan dalam administrasi dan penggunanaan
organisasi untuk sasaran-sasaran tertentu sebagaimana ditetapkan sebelumnya).
Selanjutnya Siagian
(1977) merumuskan manajemen sebagai “kemampuan atau keterampilan untuk
memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian Tujuan melalui kegiatan-kegiatan
orang lain.
Akhirnya, Manullang (1996) menegaskan bahwa “Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan sumberdaya untuk mencapai Tujuan yang sudah ditetapkan. Apabila dicermati semua pendapat di atas, maka dapat ditawarkan satu definisi manajemen yang lebih sederhana , yaitu: “Manajemen adalah suatu seni dan ilmu tentang cara mengatur, memimpin, dan mengendalikan semua sumber (resources) dalam rangka mencapai hasil atau Tujuan tertentu.
Dari definisi tersebut
dapat dilihat bahwa disamping manajemen sebagai seni juga sebagai ilmu.
Manajemen sebagai seni dapat diartikan sebagai suatu praktek. Memang, manajemen
itu telah dipraktekkan pada pekerjaan-pekerjaan tertentu dalam berbagai macam
organisasi baik di bidang pemerintahan mau pun dibidang swasta, jauh sebelum
manajemen itu sendiri lahir sebagai suatu ilmu. Dalam hubungan ini, Drucker
(1982) mengatakan telaah manajemen tidak lebih tua daripada manajemen itu
sendiri – artinya, barusaja dimulai. Manajemen sebagai seni ditandai oleh
pengalaman-pengalaman, dugaan ataupun kemampuan alamiah berupa skill atau
keahlian, kemahiran yang timbul dari dalam diri seseorang untuk mewujudkan
hasil kerja tertentu.
Manajemen juda
sebagi ilmu, meskipun demikian tidaklah sepenuhnya sebagai ilmu. Pekerjaan
manajer dapat dianalisis dan diklasifikasi secara sistematis. Jadi, ada aspek
ilmiah dalam manajemen dan ada cirri-ciri professional. Unsur-unsur manajemen
dapat dianalisis, di organisasikan secara sistematis dan dapat dipelajari oleh
siapa pun yang mempunyai kecerdasan normal.
Dari definisi yang
ditawarkan terlihat adanya kegiatan seperti mengatur, memimpin,dan
mengendalikan. Hal ini, memberikan indikasi bahwa kegiatan manajemen itu selalu
didasarkan pada upaya-upaya yang teratur atau sistematis, rasional dan dapat
dipertanggungjawabkan hasilnya. Ketiga kata itu pada hakekatnya mempunyai makna
yang dapat mewakili fungsi-fungsi manajemen, yakni perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan.
Sedang yang
dimaksud dengan semua sumber (resources) dalam definisi itu adalah meliputi:
tenaga kerja (man), sumber biaya (money), material atau bahan-bahan
(materials), peralatan dan mesin (machine),cara kerja (method), pemasaran
(market) atau pelayanan (service).
Dengan demikian
manajemen itu merupakan rangkaian kegiatan atau proses kegiatan yang meliputi
perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan untuk mencapai hasil
atau tujuan dengan memanfaatkan sumber-sumber yang ada seperti tenaga kerja,
biaya, bahan-bahan, peralatan, cara-cara kerja, pemasaran atau pelayanan dengan
efisien dan efektif.
3.
Komunikasi
Administrasi juga mengatur pola komunikasi antar departemen.
Misalnya melalui surat atau warta.
Pengertian Komunikasi menurut para ahli :
1.
Joseph L. Messic dan John
Dougios :
Komunikasi sebagai
proses pengiriman gagasan dan pesan dari seseorang kepada orang lain.
2.
Keith Davis :
Komunikasi sebagai
proses pemindahan informasi dan pengertian dari orang yang satu kepada orang
lain.
3.
Harold Koontz :
Komunikasi sebagai pemindahan
informasi dr sumber kpd penerima dg informasi yg dimengerti oleh penerima.
4.
Judith R. Gordon
:
Komunikasi adalah
pemindahan informasi ,gagasan, pengertian atau perasaan antar orang.
Istilah “mengirimkan” berkesan seolah komunikasi selalu terjadi dalam jarak jauh, antara sumber & penerima berada di lokasi yg berjauhan, padahal dapat terjadi secara tatap muka. Istilah “pemindahan” berkesan seolah informasi itu dimiliki, dibawa serta diberikan pada orang lain. Oleh karena itu istilah yang paling tepat adalah “menyampaikan” informasi atau warta.
4. Kepegawaian
Pengertian
administrasi kepegawaian – Administrasi kepegawaian adalah seluruh
aktivitas atau kegiatan yang berkaitan dengan masalah penggunaan pegawai
(tenaga kerja) untuk mencapai tujuan. Sedangkan administrator bertujuan untuk
menyusun dan mengendalikan seluruh aktivitas untuk memelihara, mengembangkan,
mendapatkan maupun menggunakan para pegawai sesuai dengan beban kerja untuk
mencapai tujuan organisasi atau perusahaan yang telah di tentukan sebelumnya.
Berikut ini Fungsi
Teknis dari Administrasi Kepegawaian
Pada dasarnya administrasi kepegawaian
melakukan 2 (dua) fungsi diantaranya fungsi manajerial dan fungsi teknis. Fungsi
manajerial berkaitan dengan menggunakan pikiran,misalnya seperti: perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian. Sedangkan fungsi teknis
berkaitan dengan berbagai macam kegiatan yang dilakukan menggunakan fisik
misalnya seperti: pengadaan, konpensasi, pengembangan, integrasi, pemeliharaan,
maupun pemensiunan.
Fungsi umum dari administrasi kepegawaian
Perencanaan pegawai, dapat
diartikan sebagai suatu proses penentuan berbagai macam kebutuhan pegawai di
masa yang akan datang berdasarkan dari perubahan yang terjadi dan persediaan
pegawai yang sudah ada. Perencanaan pegawai merupakan hal yang sangat penting,
sebab dapat membantu suatu perusahaan atau organisasi dalam menentukan sumber
yang di butuhkan serta dapat membantu menentukan apa saja yang bisa dicapai
dari sumber yang tersedia.
Pengorganisasian
kepegawaian, yaitu menggolongkan, menetapkan dan mengatur berbagai macam
aktivitas atau kegiatan yang dianggap sangat penting, misalnya seperti
menetapkan tugas seseorang, menetapkan wewenang seseorang dan lain-lain ke
dalam suatu pola tertentu sedemikian rupa sehingga pegawai yang bekerja di
dalamnya dapat saling bekerja sama tentunya supaya dapat mempermudah dalam
mencapai tujuan perusahaan atau organisasi
5.
Keuangan
1.
Definisi Manajemen Keuangan
Definisi Manajemen Keuangan adalah segala kegiatan
perusahaan yang berhubungan dengan cara memperoleh, menggunakan, serta
mengelola keuangan perusahaan untuk mencapai tujuan utama perusahaan. Manajemen
keuangan merupakan hal yang penting untuk diterapkan pada perusahaan. Hal ini
dikarenakan, keuangan merupakan salah satu pondasi yang kuat untuk pertumbuhan
dan perkembangan perusahaan. Keuangan juga dapat dikatakan sebagai hal yang
paling riskan dalam suatu perusahaan. Oleh karena itu, keuangan harus
dikelola dengan baik oleh seorang manajer keuangan.
Pengelolaan keuangan juga penting untuk dilakukan. Pengelolaan
ini bisa dimulai dari perencanaan keuangan yang bisa dilakukan
baik oleh perorangan maupun perusahaan. Namun, masih banyak yang merasa
kebingungan, bahkan kesulitan akan bagaimana cara yang tepat untuk mengelola
keuangan pribadi, serta bisnisnya. Jika Anda juga merasakan hal yang sama,
terdapat sejumlah referensi yang relevan dan bisa menjadi bahan acuan untuk
memperdalam mengenai mengelola keuangan. Di dalamnya, terdapat sejumlah
penjelasan dengan bahasa yang mudah dimengerti, sehingga Anda dapat dengan mudah
memahami dan mempraktikkannya.
4.
Ruang Lingkup Manajemen Keuangan
Terdapat beberapa ruang lingkup pada manajemen keuangan yang
harus dimengerti oleh manajer. Berikut 3
ruang lingkup manajemen keuangan, yaitu:
a.
Keputusan Pendanaan
Keputusan pendanaan mencakup segala kebijakan manajemen yang
berhubungan dengan cara memperoleh dana perusahaan. Misalnya, kebijakan perusahaan untuk
menerbitkan surat berharga seperti obligasi, serta kebijakan utang jangka
pendek dan panjang. Dana tersebut bisa berasal dari internal maupun eksternal
perusahaan.
b.
Keputusan Investasi
Keputusan investasi meliputi segala yang berkaitan dengan
kebijakan penanaman modal perusahaan seperti aktiva tetap (fixed assets).
Contohnya seperti gedung, tanah, dan mesin. Investasi juga bisa
dalam bentuk aktiva finansial berupa surat-surat berharga seperti obligasi dan
saham.
c.
Keputusan Pengelolaan Asset
keputusan pengelolaan asset meliputi kebijakan
yang berkaitan dengan pengelolaan aset yang dimiliki secara efisien. Hal
tersebut diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan.
5.
Tujuan Manajemen Keuangan
Dalam manajemen keuangan tentunya memiliki tujuan yang harus
dicapai.
Berikut 9 tujuan manajemen keuangan.
Dengan kebijakan yang tepat, maka manajemen keuangan dapat
memaksimalkan keuntungan dalam jangka panjang.
Suatu perusahaan tentunya akan sering mengeluarkan dana.
Misalnya, untuk pembayaran gaji karyawan, membayar sewa, membeli
bahan baku, dan transaksi pengeluaran dana lainnya. Oleh karena itu, arus kas
harus diawasi dan dikendalikan.
Jika tidak, maka dapat menyebabkan kelebihan pengeluaran (overbudget)
yang dapat merugikan perusahaan.
Dalam mempersiapkan struktur modal, maka manajer harus
menyeimbangkan pembiayaan yang dimiliki dengan dana yang dipinjam oleh
perusahaan.
Manajer keuangan
mengawasi penggunaan uang perusahaan.
Anggaran dana yang digunakan untuk
kegiatan yang tidak menguntungkan perusahaan dapat dipangkas (cut). Kemudian,
dana tersebut dapat dialokasikan untuk kegiatan lain yang lebih menguntungkan
perusahaan.
Manajer keuangan akan berusaha untuk
memberikan dividen semaksimal mungkin kepada para pemegang saham.
Manajer keuangan juga akan berusaha untuk meningkatkan pasar saham, karena hal tersebut berkaitan
dengan kinerja perusahaan.
Efisiensi pada semua departemen dalam perusahaan perlu
ditingkatkan.
Dengan penyaluran dana yang tepat pada semua aspek, maka
efisiensi perusahaan akan mengalami peningkatan.
Bagian keuangan berperan besar untuk membuat perusahaan bisa
bertahan pada persaingan bisnis yang sangat kompetitif.
Keputusan yang
berkaitan dengan keuangan harus dilakukan secara hati-hati.
Kesalahan penggunaan keuangan dapat mengakibatkan hal yang fatal
bagi perusahaan. Bahkan, dapat mengakibatkan kebangkrutan.
Risiko operasional dapat diminimalisasi dengan manajemen
keuangan yang baik. Dengan risiko bisnis yang penuh dengan ketidakpastian, maka
keputusan yang tepat perlu dilakukan oleh manajer keuangan.
Agar penggunaan biaya modal dapat diminimalisasi, maka
perencanaan struktur modal perlu dibuat sedemikian rupa oleh manajer keuangan
6. Perbekalan
Pengertian
perbekalan adalah kegiatan yang berhubungan dengan perlengkapan dan peralatan
yang diperlukan organisasi. Beberapa kegiatannya adalah pengadaan barang,
penyimpanan barang, hingga pemusnahan barang yang tidak diperlukan
7. Tata usaha
Pengertian Tata Usaha
Secara umum tata
usaha merupakan penyelenggaraan kegiatan administrasi yang berkaitan dengan
tulis-menulis atau pengumpulan data, termasuk dalam hal keuangan dan sebagainya
dalam sebuah perusahaan, organisasi maupun negara.
Di bawah ini pengertian tata usaha menurut para ahli:
Tata usaha adalah kegiatan menghimpun, mengadakan, mencatat,
menggandakan, menyimpan serta mengirim berbagai data informasi yang berguna
untuk mewujudkan tugas pokok organisasi.
Tata usaha merupakan serangkaian aktivitas penghimpunan,
pencatatan, pengolahan, penggandaan, pengiriman dan penyimpanan berbagai macam
keterangan yang dibutuhkan dalam setiap organisasi.
Tata usaha merupakan suatu kegiatan pencatatan dan penyusunan
berbagai macam keterangan. Tujuannya adalah agar keterangan-keterangan tersebut
bisa dipergunakan secara langsung sebagai bahan atau sumber informasi bagi
siapa saja yang membutuhkan, khususnya pimpinan organisasi/perusahaan yang
bersangkutan.
Berdasarkan pengertian-pengertian di atas maka dapat disimpulkan
bahwa bagian tata usaha baik di sekolah, kantor, atau instansi lainnya
merupakan salah satu bagian yang cukup penting serta cukup sibuk karena paling
sering dikunjungi. Mulai dari pendaftaran siswa baru, pengurusan berkas
karyawan, pengurusan berkas kenaikan jabatan dan lain sebagainya.
Semua hal yang
berhubungan dengan tulis-menulis dan pencatatan data merupakan tanggung jawab
dari bagian tata usaha.
Tugas Tata Usaha
Berdasarkan struktur organisasinya tata usaha terbagi dalam
beberapa sub bagian yang mana setiap sub bagian memiliki rincian tugasnya
masing-masing. Berikut beberapa tugas tata usaha menurut sub bagiannya:
1.
Kepala TU (Tata Usaha)
2.
Sie Keuangan/Pemegan Kas Cabang (PKC)
3.
Sie Keuangan/Pembantu Bendahara Komite
4.
Sie Sarana/Prasarana
(Investaris)
5.
Sie Kepegawaian
6.
Agenda dan Arsip
Fungsi Tata Usaha
Dalam menjalankan tugasnya, tata usaha menyelenggarakan fungsi
sebagai berikut:
1.
Pelayanan informasi
2.
Pelaksanaan urusan keuangan
3.
Koordinasi penyusunan rencana, evaluasi program dan anggaran,
serta laporan
4.
Penyusunan organisasi dan tata laksana
5.
Pengelolaan urusan kepegawaian
6.
Penyusunan peraturan
7. dan pelaksanaan urusan ketatausahaan, rumah tangga,
perlengakapan, dan pengelolaan barang milik organisasi/instansi
8.
Public Relation
public relation adalah usaha
yang direncanakan secara terus-menerus dengan sengaja, guna membangun dan
mempertahankan pengertian timbal balik antara organisasi dan masyarakatnya.
Pendapat ini menunjukkan bahwa public relation dianggap sebuah proses atau
aktivitas yang bertujuan untuk menjalin komunikasi antara organisasi dan pihak luar
organisasi (Coulsin-Thomas, 2002).
Pengertian public relation adalah: Interaksi
dan menciptakan opini publik sebagai input yang menguntungkan untuk kedua belah
pihak, dan merupakan profesi yang profesional dalam bidangnya karena merupakan
faktor yang sangat penting dalam pencapaian tujuan organisasi dengan secara
tepat dan dengan secara terus menerus karena public relation merupakan
kelangsungan hidup organisasi yang bersangkutan (Maria, 2002, p.7).
Hal ini didukung oleh pendapat Alma yang
mengatakan bahwa “public relation adalah kegiatan komunikasi yang dimaksudkan
untuk membangun citra yang baik terhadap perusahaan” (2002, p.145). Sedangkan
Marston mengatakan “public relation adalah suatu perencanaan dengan menggunakan
komunikasi persuasif untuk mempengaruhi persepsi masyarakat” (1999, p.1).
Scholz (1999,p.2) mengatakan bahwa “public relation adalah suatu perencanaan
yang mendorong untuk mempengaruhi persepsi masyarakat melalui pelaksanaan
tanggung jawab sosial berdasarkan suatu komunikasi timbal balik untuk mencapai
keuntungan pada kedua belah pihak”.
Pengertian public relation secara umum dan khusus sebagai berikut: 1. Pengertian Umum Public relation adalah proses interaksi dimana public relation menciptakan opini publik sebagai input yang menguntungkan kedua belah pihak, dan menanamkan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik, bertujuan menanamkan keinginan baik, kepercayaan saling adanya pengertian, dan citra yang baik dari publiknya. Crystallizing Public Opinion menyebutkan bahwa public relation adalah profesi yang mengurusi hubungan antara suatu perusahaan dan publiknya yang menentukan hidup perusahaan itu (Widjaja,2001).
2. Pengertian Khusus Public relation adalah fungsi khusus manajemen yang
membantu membangun dan memelihara komunikasi bersama, pengertian, dukungan, dan
kerjasama antara organisasi dan publik, melibatkan masalah manajemen, membantu
manajemen untuk mengetahui dan merespon opini publik, menjelaskan dan
menekankan tanggung jawab manajemen untuk melayani minat publik, membantu
manajemen untuk tetap mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif,
berguna sebagai sistem peringatan awal untuk membantu mengantisipasi tren, dan
menggunakan penelitian dan teknik suara yang layak dalam komunikasi sebagai
alat utama (Maria, 2002). Dalam buku dasar-dasar public relation (Wilcox dan
Cameron,2006,p.5) juga mengatakan bahwa “public relations is a management
function, of a continuing and planned character, through which public and
private organizations and institutions seek to win and retain the
understanding, sympathy, and support of those with whom there are or maybe
concerned by evaluating public opinion about themselves, in order to correlate,
as far as possible their own policies and procedures, to achieve by planned and
widespread information more productive corporation and more efficient
fulfillment of their common interests”. yang kurang lebih memiliki arti public
relations merupakan fungsi manajemen dari sikap budi yang direncanakan dan
dijalankan secara berkesinambungan oleh organisasi atau lembaga umum dan swasta
untuk memperoleh dan membina saling pengertian, simpati dan dukungan dari
mereka yang mempunyai hubungan atau kaitan, dengan cara mengevaluasi opini
publik mengenai organisasi atau lembaga tersebut, dalam rangka mencapai
kerjasama yang lebih produktif, dan untuk memenuhi kepentingan bersama yang
lebih efisien, dengan kegiatan penerangan yang terencana dan tersebar luas.
Tujuan Public Relation
Tujuan utama dari public relation adalah
mempengaruhi perilaku orang secara individu maupun kelompok saat saling
berhubungan, melalui dialog dengan semua golongan, dimana persepsi, sikap dan
opininya penting terhadap suatu kesuksesan sebuah perusahaan (Davis, 2003).
Menurut
Rosady Ruslan (2001, p.246) tujuan public relation adalah sebagai berikut:
a. Menumbuhkembangkan citra perusahaan yang positif untuk publik
eksternal atau masyarakat dan konsumen.
b.
Mendorong tercapainya
saling pengertian antara publik sasaran dengan perusahaan.
c.
Mengembangkan sinergi
fungsi pemasaran dengan public relation.
d. Efektif dalam membangun pengenalan merek dan pengetahuan merek.
d.
Mendukung bauran
pemasaran.
Jefkins
(2003, p.54) mendefinisikan dari sekian banyak hal yang bisa dijadikan tujuan
public relation sebuah perusahaan, beberapa diantaranya yang pokok adalah
sebagai berikut:
a.
Untuk mengubah citra
umum di mata masyarakat sehubungan dengan adanya kegiatan-kegiatan baru yang
dilakukan oleh perusahaan.
b. Untuk meningkatkan bobot kualitas para calon pegawai.
c. Untuk menyebarluaskan suatu cerita sukses yang telah dicapai
oleh perusahaan kepada masyarakat dalam rangka mendapatkan pengakuan.
d. Untuk memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat luas, serta
membuka pangsa pasar baru.
e. Untuk mempersiapkan dan mengkondisikan masyarakat bursa saham
atas rencana perusahaan untuk menerbitkan saham baru atau saham tambahan.
f. Untuk memperbaiki hubungan antar perusahaan itu dengan
masyarakatnya, sehubungan dengan telah terjadinya suatu peristiwa yang
mengakibatkan kecaman, kesangsian, atau salah paham di kalangan masyarakat
terhadap niat baik perusahaan.
g.
Untuk mendidik
konsumen agar mereka lebih efektif dan mengerti dalam memanfaatkan
produk-produk perusahaan.
h.
Untuk meyakinkan
masyarakat bahwa perusahaan mampu bertahan atau bangkit kembali setelah
terjadinya suatu krisis.
i.
Untuk meningkatkan
kemampuan dan ketahanan perusahaan dalam menghadapi resiko pengambilalihan oleh
pihak lain.
j.
Untuk menciptakan
identitas perusahaan yang baru.
k.
Untuk menyebarluaskan
informasi mengenai aktivitas dan partisipasi para pimpinan perusahaan
organisasi dalam kehidupan sosial sehari-hari.
l.
Untuk mendukung
keterlibatan suatu perusahaan sebagai sponsor dari suatu acara.
m.
Untuk memastikan
bahwa para politisi benar-benar memahami kegiatan-kegiatan atau produk
perusahaan yang positif, agar perusahaan yang bersangkutan terhindar dari
peraturan, undang-undang, dan kebijakan pemerintah yang merugikan.
n.
Untuk menyebarluaskan
kegiatan-kegiatan riset yang telah dilakukan perusahaan, agar masyarakat luas
mengetahui betapa perusahaan itu mengutamakan kualitas dalam berbagai hal.
Secara
keseluruhan tujuan dari public relation adalah untuk menciptakan citra baik
perusahaan sehingga dapat menghasilkan kesetiaan publik terhadap produk yang
ditawarkan oleh perusahaan (Mulyana, 2007). Selain itu public relation
bertujuan untuk menciptakan, membina dan memelihara sikap budi yang
menyenangkan bagi lembaga atau organisasi di satu pihak dan dengan publik di lain
pihak dengan komunikasi yang harmonis dan timbal balik (Maria, 2002).
Fungsi
Public Relation
Menurut
Maria (2002, p.31), “public relation merupakan satu bagian dari satu nafas yang
sama dalam organisasi tersebut, dan harus memberi identitas organisasinya
dengan tepat dan benar serta mampu mengkomunikasikannya sehingga publik menaruh
kepercayaan dan mempunyai pengertian yang jelas dan benar terhadap organisasi
tersebut”. Hal ini sekedar memberikan gambaran tentang fungsi public relation
yaitu:
C.
FUNGSI
ADMINISTRASI
Berikut ini adalah beberapa fungsi administrasi dalam
organisasi:
Planning adalah kegiatan perencana yang membutuhkan sebuah
aktivitas administrasi, mulai dari pengumpulan data, pengolahan data, hingga
penyusunan perencanaan.
Organizing adalah kegiatan menyusun dan membangun komunikasi
kerja antara anggota-anggota dalam organisasi sehingga akan tercapai suatu kesatuan
usaha untuk mencapai tujuan organisasi tersebut
Coordinating merupakan sebagian dari fungsi manajemen yang
melakukan sejumlah aktivitas agar berjalan baik dengan menjauhi terjadinya
suatu kekacauan, bentrok, kekosongan aktivitas yang dilaksanakan dengan
menghubungkan, menyatukan dan menyesuaikan suatu pekerjaan bawahan yang
sehingga terdapat kerjasama yang terencana dalam suatu usaha untuk mencapai
suatu tujuan organisasi.
Reporting adalah aktivitas penyampaian perkembangan atau hasil
dari suatu kegiatan dengan membuat dan memberikan laporan dari tugas dan fungsi
para pejabat yang lebih tinggi baik lisan ataupun tulisan untuk mendapatkan
gambaran tentang pelakasanaan tugas para anggota organisasi.
|
BAB
III
KESIMPULAN
Administrasi mengandung
makna pelayanan atau pun pengelolaan , Lembaga Administrasi Negara mengemukakan
pentingnya administrasi dalam kehidupan bermasyarakat , berbangsa , dan
bernegara .
Organisasi mengandung pengertian
suatu wadah yang didalam nya terdapat anggota-anggota yang merencanakan kerja
untuk mencapai tujjuan.organisasi dalam suatu pemerintahan berperan sangat
penting.
Manajemen dan
administrasi di kemukakan oleh beberapa orang adalah artinya sama, dan adapula
yang mengemukakan berbeda .
|
DAFTAR
PUSTAKA
|

No comments for "Makalah Tentang Administrasi Fisipol"
Post a Comment
Silahkan berkomentar dengan bijak dan sesuai dengan pembahasan..